Saya bukan penggemar excel, tapi mau tidak mau karena dapat kerjaan menggarap DPS maka sayapun harus menggunakan excel.
Untuk menulis data DPS ini saya diberi data yang sudah diketik sebelumnya dalam bentuk format excel sehingga saya hanya perlu mengedit nomor NIK nya saja. Sekilas pekerjaan ini tampak mudah, karena saya tidak perlu mengetik semua data dari awal. Menulis nomor NIK tidak boleh sembarangan karena ada aturan tersendiri.
Kata petugasnya seh, NIK itu didapat dari kode wilayah + tanggal lahir (dua digit) + bulan lahir (dua digit) + tahun lahir (dua digit) + nomor (6 digit). Untuk perempuan maka tanggal lahir harus ditambah 40. Untuk nomor terakhir saya sendiri gak ngerti apa karepnya, tapi kata petugasnya itu ada hubungannya dengan nomor urut. Petugas sendiri sepertinya kurang begitu mengerti apa yang dimaksud nomor urut. Karena saya memiliki background database programming maka saya berpikir bahwa nomor urut digunakan untuk membedakan dua data yang sama, walaupun toh akhirnya pemikiran ini tidak penting karena saya tinggal menyalin data yang disediakan dan tidak perlu mencari data itu sendiri.
Karena menulis NIK merupakan sesuatu yang sangat-sangat dan suaaaaangaaaaaaat membosankan maka saya punya ide bagaimana kalau NIK nya dibuat dengan menggunakan rumus saja. Karena semua data yang diperlukan untuk membuat NIK sudah tersedia maka saya pikir saya tinggal membuatkan formula untuk menyusun NIK nya.
Namun ternyata kenyataan tidaklah seindah yang kita bayangkan. Data yang saya dapatkan bukanlah data yang terstruktur rapi, dan lebih mirip tulisan tangan daripada tulisan komputer. Beberapa teman saya memilih untuk menulis NIK nya secara manual.
Setelah saya tanyakan ke petugasnya, dia menjawab bahwa data itu diambil dari berbagai sumber yang masing-masing memiliki cara berbeda untuk menulis DPS. Mungkin itulah sebabnya mengapa DPT selalu jadi masalah dalam pemilu. Lha wong dari cara nulisnya aja beda-beda, bagaimana nanti mau buat rekapannya, menghitung suara dan sebagainya. Dengan honor yang sudah tinggal sedikit karena banyak yang nyangkut di atas, maka hanya keikhlasan dari para pekerja yang dibawahlah yang bisa dijadikan tumpuan agar pemilu ini tidak terbengkalai.
Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah NIK ini agar tidak perlu menulis satu-satu adalah dengan menemukan sebuah formula yang mampu mengenali berbagai macam bentuk data, itu sama saja saya harus menggunakan metode PARSING atau “mengeja” data tersebut satu-satu untuk mendapatkan data yang saya butuhkan.
Masalah PARSING mungkin bukan masalah baru bagi saya, sebagai seorang programmer saya sering dihadapkan pada masalah ini dan biasanya saya memilih untuk menghindar. Namun sepertinya untuk kali ini saya tidak bisa menghindar lagi dan setelah melakukan beberapa riset dan penelitian serta mengetest hasilnya selama beberapa kali dengan menghabiskan dana hingga ribuan rupiah. Akhirnya saya berhasil membuat formula yang bisa menyelesaikan semua permasalahan ini. Kalau ditulis maka formulanya adalah seperti ini:
="350921 "&RIGHT("0"&LEFT(F300;FIND("-";F300)-1)+IF(J300="Pr";40;0);2)&RIGHT("0"&MID(F300;FIND("-";F300)+1;FIND("-";F300;4)-FIND("-";F300)-1);2)&RIGHT(F300;2)&" 00 "
Kalau disederhanakan maka formula ini akan berbentuk seperti ini:
="350921 "&RIGHT(LEFT(FIND())+IF()&RIGHT(MID(FIND();FIND()-FIND()))&RIGHT()&" 00 "
Walaupun rumus ini sangat rumit namun tetap saja tidak bisa mengatasi permasalahan data yang sangat beragam, tapi setidaknya saya bisa menghemat waktu dalam mengerjakan tugas. Ini adalah formula terpanjang yang saya buat dari excel. Saya tidak bercita-cita menjadi excel programmer, dan sepertinya excel bukan tempat yang baik untuk bikin program.
Saya berharap agar di depannya kita bisa lebih teratur dan lebih rapi dalam mengurusi hal-hal seperti ini, kalau dari awal udah morat marit kayak gini, gimana hasilnya nanti.
Jumat, 12 Juni 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Google Service
| Alerts Blog Search Google Chrome Directory |
Images News Scholar Web Search |
Code Docs Groups Translate Mobile |




10 komentar:
rumit amat mas ,ampe gak paham :D
emang panjang, tapi tetap aja gak laku alias gak bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah di Excel akibat terlalu beranka ragamnya cara penulisan.
bukan lagi pengguna windows :) ... tapi mungkin kalau bikin seperti itu lebih asik pake program berbasis data, access mungkin
mau pakai access, lha wong datanya dari Excel, lagi pula ini data TPS, gak kepikiran mau pakai access.
boro-boro pakai access, datanya aja udah amburadul, malah bikin mumet
wahh....... susah....
wow... sudah beebrapa tahun nggak ngeklik start> all program > microsoft office > microsoft office excel
wah, pemilu itu emang bikin pusing gak cuma pesertanya tapi ternyata database admin nya juga ikutam pusing..hehehe. tapi honotnya juga gak bikin pusing kan maS?
Terima Kasih atas kunjungannya mas. Kunjungan balik nich dan salam kenal. :)
Terima kasih sudah mengunjugi blog saya, salam kenal dari blog Bisnis online
Haha, pernah juga saya bikin kode panjang, waktu input data pajak orang sekota.
Poskan Komentar